blogger mobile

Senin, 17 Oktober 2011

 

Toleransi ummat beragama dalam perspektif al quran

TOLERANSI UMMAT BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF AL- QUR’AN

Zhoenaidy alhamid

PENDAHULUAN
Belakangan ini, agama adalah sebuah nama yang terkesan membuat gentar, menakutkan, dan mencemaskan. Agama di tangan para pemeluknya sering tampil dengan wajah kekerasan. Dalam beberapa tahun terakhir banyak muncul konflik, intoleransi, dan kekerasan atas nama agama. Pandangan dunia keagamaan yang cenderung anakronostik memang sangat berpotensi untuk memecah belah dan saling klaim kebenaran sehingga menimbulkan berbagai macam konflik. Fenomena yang juga terjadi saat ini adalah muncul dan berkembangnya tingkat kekerasan yang membawa-bawa nama agama (mengatas namakan agama) sehingga realitas kehidupan beragama yang muncul adalah saling curiga mencurigai, saling tidak percaya, dan hidup dalam ketidak harmonisan. Toleransi yang merupakan bagian dari visi teologi atau akidah Islam dan masuk dalam kerangka system teologi Islam sejatinya harus dikaji secara mendalam dan diaplikasikan dalam kehidupan beragama karena ia adalah suatu keniscayaan social bagi seluruh umat beragama dan merupakan jalan bagi terciptanya kerukunan antar umat beragama.

KAJIAN BAHASA

B.1. Pengertian Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia,

toleransi berasal dari kata “toleran” (Inggris: tolerance; Arab: tasamuh) yang berarti batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan. Secara etimologi, toleransi adalah kesabaran, ketahanan emosional, dan kelapangan dada. Sedangkan menurut istilah (terminology), toleransi yaitu bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, dsb) yang berbeda dan atau yang bertentangan dengan pendiriannya. Jadi, toleransi beragama adalah ialah sikap sabar dan menahan diri untuk tidak mengganggu dan tidak melecehkan agama atau system keyakinan dan ibadah penganut agama-agama lain.

B.2. Penggunaan Kata “Toleransi dalam Al- Quran

Al-Quran tidak pernah menyebut-nyebut kata tasamuh/toleransi secara tersurat hingga kita tidak akan pernah menemukan kata tersebut termaktub di dalamnya. Namun, secara eksplisit al-Quran menjelaskan konsep toleransi dengan segala batasan-batasannya secara jelas dan gambling. Oleh karena itu, ayat-ayat yang menjelaskan tentang konsep toleransi dapat dijadikan rujukan dalam implementasi toleransi dalam kehidupan.

KAJIAN TEORITIS

C.1. Konsep Toleransi dalam Islam

Dari kajian bahasa di atas, toleransi mengarah kepada sikap terbuka dan mau mengakui adanya berbagai macam perbedaan, baik dari sisi suku bangsa, warna kulit, bahasa, adapt- istiadat, budaya, bahasa, serta agama. Ini semua merupakan fitrah dan sunnatullah yang sudah menjadi ketetapan Tuhan. Landasan dasar pemikiran ini adalah firman Allah dalam QS. Al-Hujurat ayat 13: Seluruh manusia tidak akan bisa menolak sunnatullah ini. Dengan demikian, bagi manusia, sudah selayaknya untuk mengikuti petunjuk Tuhan dalam menghadapi perbedaan- perbedaan itu. Toleransi antar umat beragama yang berbeda termasuk ke dalam salah satu risalah penting yang ada dalam system teologi Islam. Karena Tuhan senantiasa mengingatkan kita akan keragaman manusia, baik dilihat dari sisi agama, suku, warna kulit, adat-istiadat, dsb. Toleransi dalam beragama bukan berarti kita hari ini boleh bebas menganut agama tertentu dan esok hari kita menganut agama yang lain atau dengan bebasnya mengikuti ibadah dan ritualitas semua agama tanpa adanya peraturan yang mengikat. Akan tetapi, toleransi beragama harus dipahami sebagai bentuk pengakuan kita akan adanya agama- agama lain selain agama kita dengan segala bentuk system, dan tata cara peribadatannya dan memberikan kebebasan untuk menjalankan keyakinan agama masing-masing. Konsep toleransi yang ditawarkan Islam sangatlah rasional dan praktis serta tidak berbelit-belit. Namun, dalam hubungannya dengan keyakinan (akidah) dan ibadah, umat Islam tidak mengenal kata kompromi. Ini berarti keyakinan umat Islam kepada Allah tidak sama dengan keyakinan para penganut agama lain terhadap tuhan-tuhan mereka. Demikian juga dengan tata cara ibadahnya. Bahkan Islam melarang penganutnya mencela tuhan-tuhan dalam agama manapun. Maka kata tasamuh atau toleransi dalam Islam bukanlah “barang baru”, tetapi sudah diaplikasikan dalam kehidupan sejak agama Islam itu lahir. Karena itu, agama Islam menurut hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah saw. pernah ditanya tentang agama yang paling dicintai oleh Allah, maka beliau menjawab: al- Hanafiyyah as-Samhah (agama yang lurus yang penuh toleransi), itulah agama Islam.


C.2. Hubungan Antara Toleransi dengan Ukhuwah (persaudaraan) Sesama Muslim

Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10: Dalam ayat di atas, Al-Qur’an juga menganjurkan agar mencari titik temu dan titik singgung antar pemeluk agama. Al- Qur’an menganjurkan agar dalam interaksi social, bila tidak ditemukan persamaan, hendaknya masing- masing mengakui keberadaan pihak lain dan tidak perlu saling menyalahkan: Bahkan al-Qur’an mengajarkan kepada Nabi Muhammad saw. dan ummatnya untuk menyampaikan kepada penganut agama lain setelah kalimat sawa’ (titik temu) tidak dicapai (QS. Saba:24-26): Jalinan persaudaraan dan toleransi antara umat beragama sama sekali tidak dilarang oleh Islam, selama masih dalam tataran kemanusiaan dan kedua belah pihak saling menghormati hak- haknya masing-masing (QS. Al-Mumtahanah: 8): Al-Qur’an juga berpesan dalam QS 16: 125 agar masing-masing agama mendakwahkan agamanya dengan cara- cara yang bijak.

Label:


Kamis, 13 Oktober 2011

 

Keutamaan hafidzul quran

Allah telah menjanjikan kelebihan bagi mereka yang menghafal al Quran seperti yang digambarkan di bawah

MEREKA ADALAH AHLULLAH SWT

Sabda Rasulullah saw: "Dari Anas ra. Ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri dari manusia." Kemudian Anas berkata lagi, seraya bertanya: "Siapakah mereka itu wahai Rasulullah
Baginda menjawab: "Iaitu ahli Quran (orang yang membaca atau menghafal Al- Quran dan mengamalkan isinya).Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.

DI TEMPATKAN SYURGA YANG PALING TINGGI

Sabda rasulullah saw: "Dari Abdullah Bin Amr Bin Al Ash ra dari nabi saw, baginda bersabda; Di akhirat nanti para ahli Al Quran di perintahkan, "Bacalah dan naiklah ke syurga. Dan bacalah Al Quran dengan tartil seperti engkau membacanya dengan tartil pada waktu di dunia. Tempat tinggal mu di syurga berdasarkan ayat paling akhir yang engkau baca."

AHLI AL QURAN ADALAH ORANG YANG ARIF DI SYURGA

Sabda rasulullah saw "Dari Anas ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda; "Para pembaca Al Quran itu adalah orang-orang yang arif di antara penghuni syurga,"

MENGHORMATI ORANG YANG MENGHAFAL AL QURAN BERARTI MENGAGUNGKAN ALLAH SWT.
Sabda rasulullah saw "Dari Abu Musa Al Asya'ari ra.ia berkata bahwasanya Rasulullah saw bersabda: "Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati Orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal Al-Quran yang tidak berlebih- lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al- Quran tidak di amalkan, serta menghormati kepada penguasa yang adil."

HATI PENGHAFAL AL- QURAN TIDAK DI SIKSA

Sabda rasulullah saw " Dari Abdullah Bin Mas'ud ra. Dari nabi saw baginda bersabda: " bacalah Al Quran karena Allah tidak akan menyiksa hati orang yang hafal al-quran. Sesungguhnya Al -Quran ini adalah hidangan Allah, siapa yang memasukkunya ia akan aman. Dan barangsiapa yang mencintai Al Quran maka hendaklah ia bergembira."

MEREKA LEBIH BERHAK MENJADI IMAM DALAM SOLAT

Sabda rasulullah saw : "Dari Ibnu Mas'ud ra. Dari Rasulullah saw beliau bersabda; "yang menjadi imam dalam solat suatu kaum hendaknya yang paling pandai membaca Al Quran."

DISAYANGI RASULULLAH SAW

Sabda rasulullah saw: "Dari Jabir Bin Abdullah ra. Bahwa nabi saw menyatukan dua orang dari orang-orang yang gugur dalam perang uhud dalam satu liang lahat. Kemudian nabi saw bertanya, "dari mereka berdua siapakah paling banyak hafal Al Quran?" apabila ada orang yang dapat menunjukkan kepada salah satunya, maka nabi saw memasukkan mayat itu terlebih dahulu ke liang lahat."

DAPAT MEMBERIKAN SYAFAAT KEPADA KELUARGA

Sabda rasulullah saw: "Dari Ali Bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah ia berkata, "Barang siapa membaca Al Quran dan menghafalnya, maka Allah akan memasukkannya kedalam syurga dan memberikannya hak syafaat untuk 10 anggota keluarganya di mana mereka semuanya telah di tetapkan untuk masuk neraka."

PENGHAFAL AL QURAN AKAN MEMAKAI MAHKOTA KEHORMATAN

Sabda rasulullah saw: "Dari Abu Hurairah ra.dari nabi saw baginda bersabda: "orang yang hafal Al Quran nanti pada hari kiamat nanti akan datang dan Al Quran akan berkata; "Wahai Tuhan ,pakaikan lah dia dengan pakaian yang baik lagi baru." Maka orang tersebut di berikan mahkota kehormatan. Al Quran berkata lagi: "Wahai Tuhan tambahlah pakaiannya." Maka orang itu di beri pakaian kehormatannya. Al Quran lalu berkata lagi, "Wahai Tuhan, redailah dia." Maka kepadanya di katakan; "Bacalah dan naiklah." Dan untuk setiap ayat, ia di beri tambahan satu kebajikan."

HAFAL AL QURAN MERUPAKAN BEKAL YANG PALING BAIK.

Sabda rasulullah saw: "Dari jabir bin nufair, katanya rasulullah saw bersabda; "Sesungguhnya kamu tidak akan kembali menghadap Allah dengan membawa sesuatu yang paling baik dari pada sesuatu yang berasal dari-Nya yaitu Al Quran.

ORANG TUA MEMPEROLEHI PAHALA KHUSUS JIKA ANAKNYA PENGHAFAL AL QURAN.

Sabda rasulullah saw: "Dari Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw bersabda: "Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya: "Apakah anda mengenalku?". Penghafal tadi menjawab; "saya tidak mengenal kamu." Al Quran berkata; "saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya: "kenapa kami di beri dengan pakaian begini?"
Kemudian di jawab, "karena anakmu hafal Al Quran." Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi di perintahkan, "bacalah dan naiklah ketingkat- tingkat syurga dan kamar-kamarnya." Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan(tartil)

AKAN MENEMPATI TINGKATAN TERTINGGI DI DALAM SYURGA.

Sabda rasulullah saw: "Dari Aisyah ra ia berkata, bahwasanya Rasulullah saw bersabda; jumlah tingkatan-tingkatan syurga sama dengan jumlah ayat-ayat Al Quran. Maka tingkatan syurga yang di masuki adalah yang tertinggi

Label:


 

The holy quran

Menurut bahasa Qur’an berarti bacaan.
Pengertian seperti ini dikemukakan dalam Al-Qur’an sendiri yakni dalam surat Al- Qiyamah, ayat 17-18: “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan kami. (Karena itu), jika kami telah membacakan nya, hendaklah kamu ikuti bacaannya”. Adapun menurut istilah Al-Qur’an berarti: Kalam Allah yang merupakan mu’jizat yang diturunkan kepada nabi Muhammad, yang disampaikan secara mutawatir dan membacanya adalah ibadah”.
Kalamullah
Al-Qur’an adalah kalamullah, firman Allah ta’ala. Ia bukanlah kata- kata manusia. Bukan pula kata-kata jin, syaithan atau malaikat. Ia sama sekali bukan berasal dari pikiran makhluk, bukan syair, bukan sihir, bukan pula produk kontemplasi atau hasil pemikiran filsafat manusia. Hal ini ditegaskan oleh Allah ta’ala dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 3-4: “…dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al- Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya) …”
Tentang kesucian dan keunikan Al-Qur’an ini perhatikanlah kesaksian objektif Abul Walid seorang jawara sastra pada masa Nabi saw: “Aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu. Itu bukanlah syair, bukan sihir dan bukan pula kata-kata ahli tenun. Sesungguhnya Al-Qur’an itu ibarat pohon yang daunnya rindang, akarnya terhujam ke dalam tanah. Susunan kata-katanya manis dan enak didengar. Itu bukanlah kata-kata manusia, ia tinggi dan tak ada yang dapat mengatasinya.” Demikian pernyataan Abul Walid.
Mu’jizat
Mu’jizat artinya suatu perkara yang luar biasa, yang tidak akan mampu manusia membuatnya karena hal itu di luar kesanggupannya.
Mu’jizat itu dianugerahkan kepada para nabi dan rasul dengan maksud menguatkan kenabian dan kerasulannya, serta menjadi bukti bahwa agama yang dibawa oleh mereka benar-benar dari Allah ta’ala. Al-Qur’an adalah mu’jizat terbesar Nabi Muhammad saw. Kemu’jizatannya itu diantaranya terletak pada fashahah dan balaghah-nya, keindahan susunan dan gaya bahasanya yang tidak ada tandingannya. Karena gaya bahasa yang demikian itulah Umar bin Khatthab masuk Islam setelah mendengar Al- Qur’an awal surat Thaha yang dibaca oleh adiknya Fathimah.

Karena demikian tingginya bahasa Al- Qur’an, mustahil manusia dapat membuat susunan yang serupa dengannya, apalagi menandinginya. Orang yang ragu terhadap kebenaran Al- Qur’an sebagai firman Allah ditantang oleh Allah ta’ala: “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang kami wahyukan kepada hamba kami (Muhammad) buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Qur’an itu dan ajaklah penolong- penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang memang benar.” (QS. Al-Baqarah: 23) Allah sendiri kemudian menegaskan bahwa tidak akan pernah ada seorang pun yang mampu menjawab tantangan ini (QS. 2: 24). Bahkan seandainya bekerja sama jin dan manusia untuk membuatnya, tetap tidak akan sanggup (QS. 17: 88).
Selain itu, kemukjizatan Al-Qur’an juga terletak pada isinya. Perhatikanlah, sampai saat ini Al-Qur’an masih menjadi sumber rujukan utama bagi para pengkaji ilmu sosial, sains, bahasa, atau ilmu- ilmu lainnya.
Berbagai kabar ghaib tentang masa lampau (tentang kekuasaan di Mesir, Negeri Saba’, Tsamud, ‘Ad, Yusuf, Sulaiman, Dawud, Adam, Musa, dll) dan masa depan pun menjadi bukti lain kemu’jizatan Al- Qur’an. Sementara itu jika kita perhatikan cakupan materinya, nampaklah bahwa Al- Qur’an itu mencakup seluruh aspek kehidupan: masalah aqidah, ibadah, hukum kemasyarakatan, etika, moral dan politik, terdapat di dalamnya.

Al-Munazzalu ‘ala qalbi Muhammad saw

Al-Qur’an itu diturunkan khusus kepada Nabi Muhammad saw. Sedangkan kalam Allah yang diturunkan kepada nabi-nabi selain Nabi Muhammad saw—seperti Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa atau Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa—tidak bisa dinamakan dan disebut sebagai Al- Qur’an. Demikian pula hadits qudsi
tidak bisa disamakan dengan Al- Qur’an.
Al-Manquulu bi-ttawaatir
Al-Qur’an ditulis dalam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada kita secara mutawatir (diriwayatkan oleh banyak orang), sehingga terpelihara keasliannya. Berikut sekilas sejarah pemeliharaan Al-Qur’an sejak masa Nabi hingga pembukuannya seperti sekarang: Pada masa Nabi Al- Qur’an dihafal dan ditulis di atas batu, kulit binatang, pelapah tamar dan apa saja yang bisa dipakai untuk ditulis. Kemudian setahun sekali Jibril melakukan repetisi (ulangan), yakni dengan menyuruh Nabi memperdengarkan Al- Qur’an yang telah diterimanya. Menurut riwayat, di tahun beliau wafat, ulangan diadakan oleh Jibril dua kali. Ketika Nabi wafat, Al- Qur’an telah dihafal oleh ribuan manusia dan telah ditulis semua ayat- ayatnya dengan susunan menurut tertib urut yang ditunjukkan oleh Nabi sendiri.

Al-Muta’abbadu bitilawatih
Membaca Al-Qur’an itu bernilai ibadah. Banyak sekali hadits yang mengungkapkan bahwa membaca Al-Qur’an adalah merupakan bentuk ibadah kepada Allah yang memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah: “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah akan memberi pahala kepadamu karena bacaan itu untuk setiap hurufnya 10 kebajikan. Saya tidak mengatakan kepada kalian bahwa ‘Alif-Laam-Mim’ itu satu huruf, tetapi ‘alif’ satu huruf, ‘Laam’ satu huruf dan ‘Miim’ satu huruf” (HR. Hakim). “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi cahaya bagimu di bumi dan menjadi simpanan (deposito amal) di langit.” (HR. Ibnu Hibban)

Label:


Senin, 10 Oktober 2011

 

Setting GPRS manual di HP

Salam
Mungkin sudah banyak para master blogger
Yang share tentang tutorial
Setting GPRS manual di HP
Sampai ke trik agar bisa gratisan
Saya hanya ingin berbagi buat kawan-kawan yang ingin tahu pengaturan gprs tanpa harus menghubungi operator cukup masukan pengaturan yang tertera dibawah ini
1. INDOSAT :
APN : indosatgprs
Username : indosat
Password : indosat
Homepage : http://wap.indosat.com
Proxy :
010.019.019.019 Port : 8080
2. AXIS :
APN : AXIS
Username : AXIS
Password : 123456
Homepage : http:// wap.axisworld.co.id
Proxy : 10.8.3.8
Port : 8080 atau 9201
3. XL :
APN : www.xlgprs.net
Username : xlgprs
Password : proxl
Homepage : http://wap.xl.co.id
Proxy : 202.152.240.050
Port : 8080
5. TELKOMSEL :
APN :
telkomsel
Username : wap
Password : wap123
Homepage : http:// wap.telkomsel.com
Proxy : 10.1.89.130
Port : 8000
6. THREE :
APN : 3gprs
Username : 3gprs
Password : 3gprs
Homepage : http://wap.three.co.id
Proxy : 10.4.0.10
Port : 3128
7. MATRIX :
APN :
www.satelindogprs.com
Username : (kosongkan)
Password : (kosongkan)
Homepage : http://wap.matrix- centro.com
proxy : 202.152.162.250
Port : 9201
Selamat menjelajah ke dunia maya
Semoga bermanfaat

Label:


 

Cara buat blog via hp

Salam
Mungkin cuma sekedar berbagi
Buat kawan-kawan
Yang belum tahu Cara buat blog via hp
Syarat pertama
Kawan harus sudah punya account
Seperti yahoo,gmail,dan lain-lain
Saya sarankan buat lah di gmail
Karena menurut saya lebih mudah
Silahkan
Buat new account disini
Setelah kawan memiliki account
Kawan tinggal loggin di BLOGGER
Untuk membuat blog
Silahkan
Buat blog disini
Isilah dengan identitas asli kawan
Mudah-mudahan cukup jelas dan dapat dimengerti
Get started a new blog

Label:


Arsip

Oktober 2011   November 2011   Januari 2012  

This page is powered by Blogger. Isn't yours?

Berlangganan Postingan [Atom]